|
|
 |
|
 |
|
|
|
 |
Rabu, 17/06/2009 23:20 WIB Masyarakat Tuntut Buka Kembali Akses Jalan Tiga Anggota Walhi Diamankan Kepolisian
Gemuruhriau.Com - Pelalawan -Riau. Terkait penutupan akses jalan oleh perusahaan PT.RAPP di Pos 8 Desa Lalang Kabung Kecamatan Pelalawan Riau, Masyarakat di tiga desa Kecamatan Pelalawan melakukan aksi demo tepatnya depan pintu pos 8 PT. RAPP tuntut dibukanya kembali akses jalan desa melalui area perusahaan, karena jalan tersebut dianggap aman oleh masyrakat untuk menuju kekota Pangkalan Kerinci.
Tidak kaum pria saja, Ibu-ibu serta anak di bawah umur juga ikut serta berpartisipasi ikut dalam aksi demo tersebut. Gabungan masyarakat dari tiga desa yang berada di Kecamatan Pelalawan seakan tidak merasakan panasnya sinar matahari, masyarakat dari tiga desa tersebut terus memperjuangkan nasibnya melalui aksi demo berharap masyarakat tersebut mendapatkan haknya yang selama ini masyarakat merasa haknya telah dirampas oleh perusahaan pulp tersebut.
Para pendemo menganggap PT.RAPP tidak serius menanggapi aspirasi masyrakat setiap melakukan aksi hanya perwakilan yang menjumpai masyarakat, pendemo sendiri berharap bisa langsung bertemu dengan para pengambil kebijakan di PT.RAPP sehingga permasalahan yang ada bisa secepatnya terselesaikan bukan janji-janji tapi kenyataannya tidak pernah ada.
Salah seorang pendemo yang tidak mau disebut namanya mengatakan masyarakat meminta kepada pihak perusahaan sebelum jalan yang rencananya akan dibuat oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan dari Desa Lalang kabung sampai ke jalan lintas timur selesai, pihak perusahaan diminta untuk membuka pintu pos 8 agar masyarakat bisa menggunakan jalan perusahaan kembali sebagai jalan akses ke kota karena dinilai jalan tersebut aman dari kecelakaan dan kejahatan.
Kapolres Pelalawan yang turun langsung ketempat kejadian menyampaikan kepada masyarakat bahwasanya akan dibangun jalan baru dari Desa Lalang kabung menuju Jalan Lintas Timur Pangkalan Kerinci hasil dari rapat beberapa waktu lalu dari Pemerintah Daerah, Unsur Muspida, DPRD serta pihak Perusahaan. “Dana tersebut sudah dianggarkan oleh Pemda kalau tidak cukup PT.RAPP akan menambahinya”jelas Kapolres kepada masyarakat.
Akhirnya pendemo dibubarkan secara paksa oleh pihak kepolisian, sempat terjadi kericuhan ketika beberapa orang mahasiswa yang tergabung dalam Walhi (Wahana Lingkungan Hidup) akan di amankan oleh pihak Kepolisian Polres Pelalawan karena dianggap memprovokasi warga, bahkan saat kericuhan tersebut berlangsung Kapolres Pelalawan memerintahkan langsung kepada anggotanya untuk menangkap ketiga mahasiswa tersebut. Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam Walhi tersebut adalah Bambang Aswendi, Rizki Juliardi, Serginho yang kemudian berhasil diamankan pihak Kepolisian.
Sementara Fitra rekan dari ketiga anggota Walhi yang diamankan, mengatakan kalau kehadiranya adalah permintaan dari masyrakat untuk bisa membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. “Ini murni aspirasi dari masyarakat karena berhubungan dengan ekonomi, kehidupan masyarakat itu sendiri, karena jalan simpang perak rusak serta beresiko rawan kejahatan dan kecelakaan” , Fitra menambahkan”kalau rekan kami dalam waktu 1 X 24 Jam tidak dilepaskan maka kami akan melakukan gugatan ke Kepolisian dan meminta tanggung jawab kepada pihak perusahaan karena tidak ada kejelasan dalam permasalahan ini.
(farikhin) |
|
|